Senin, 13 Februari 2012

goresan masa lalu

Déjà vu Hujan


Dan tiba-tiba, suara itu datang….

Hawa segar ini menyeruak. Telah lama aku merindukan hawa ini. Akhir bulan februari telah datang dan aku merasakan memori yang kurindukan. Aku seperti merasakan déjà vu. Masa kecilku tiba-tiba datang di masa dewasaku. Dan masih teringat tawa riangku saat ku melihat dia, hujan…..

Saat ku hirup udara, kesegaran datang. Penuhi paru-paruku dengan hawa segar yang dengan begitu lembutnya penuhi setiap nadi dan ototku dengan oksigen segar, nikmat…..

Saat hujan kurasakan kasih sayang Allah menyeruak dan tumpah ke dunia, pada tanah, pada daun, pada bunga, pada kami bahkan pada hewan yang meringkuk kedinginan. Semua akan merasakan manfaatnya, baik langsung, maupun tak langsung, baik sekarang maupun esok. Dan itu sangat indah….

Dan hujan kemudian juga mengalurkan simfoni kehidupan. Dari sebulir serbuk sari yang pecah menggelinding dan membelah kemudian membentuk goa menuju inti putik. Bersatu menjadi bakal buah, dan karena Allah dia tumbuh. Kemudian siap menjadi individu baru, biji…

Hujan mengalirkan basuhan air di dalam kulitnya. Yang kemudian meningikan tunasnya. Dan kemudian tumbuh dan menggaungkan diri sebagai individu sesungguhnya, pohon….

Dan seperti déjà vu, rasa itu kembali datang sebagai gulali masa kecil yang manis…..

februari (2011)