Jumat, 30 Desember 2011

OMONG-OMONG “Kebanyakan Nonton TV”

OMONG-OMONG

“Kebanyakan Nonton TV”

‘Akhir-akhir acara-acara tv berisikan kompetisi para lelaki dalam hal merayu wanita.’

Di suatu sore yang panas dan membosankan…

Aku : “BORINGGGGG !!!!”

Aku : “Enaknya ngapain ya Zul ?”

Adikku : “bikin agar-agar!”

Aku : “Huaa…. Males beli….”(panas-panas gini).

Adikku : “Mandi !”

Aku : “Keringatan gini kok mandi !”(lagian tadi aku juga dah mandi)

Beberapa saat kemudian

Aku : “Pengen nulis blog…. Ngedit-ngedit apa gitu….”

Nuzul : “Ya itu nulis-nulis apa kek… ngrayu orang kek…”

Aku : “Weh ?!”(maksudnya apa ?)

Kamis, 29 Desember 2011

Long Distance Is Pacaran Via Hp “Kamu Pacar pertamaku”

Long Distance Is Pacaran Via Hp

“Kamu Pacar pertamaku”

Ariski adalah pacarku. Pertama kali dan semoga terakhir. Kami bisa pacaran bisa dibilang tampa perjuangan. Aku teringat waktu itu kala aku ditekan sana-sini untuk segera punya pacar dan Allah sepertinya memberikannya padaku.

Suatu hari akibat ditekan sana sini, aku memutuskan punya pacar. Ini tidak main-main kataku pada diriku. Ini tidak seperti omong-omongan angin lalu, seperti yang dulu. Ini serius bukan 2 rius atau rius kuadrat. Oke aku memutuskan punya pacar.

Tiba-tiba mak bedhudhung kalo kata orang-orang jawa dia datang. Dengan pendekatan yang bisa dikatakan super pendek bahkan tampa pendekatan dia jadi pacarku.

Gembira kurasakan sampai tak bisa tidur aku malamnya.

Long Distance Is Pacaran Via Hp “Berangkat ya….”

Long Distance Is Pacaran Via Hp

“Berangkat ya….”

Setelah berjuang siang malam, hujan badai, panas dingin… lebai rasanya si ariski keterima di salah satu perusahaan besar di Jakarta. Buset… ! pikirku long distance nih. Ahh kan sudah kubilang di Jogja saja, kenapa sih kamu ngeyel…. Aku pun menclak-menclak.

Sayang, coba kamu liat Andri ma Dyah. Andri juga kerja di Jakarta, lihat hubungan mereka baik-baik saja. Lihat hani juga gak apa-apa…” dia menenangkanku.

Emang aku Dyah. Aku kan beda dengan Dyah. Namaku aja Rizka, R I Z K dan A bukan D Y AH. Dumelan hatiku padanya. Aku masih tidak terima tapi aku pun tidak tega terhadap senyumnya. Aduh yang yang kmu kok ya punya senyuman yang manis begitu. Akhirnya luluh juga diriku dan mengangguk ragu.

Aku sadar sebagai cowok, calo suami, calon kepala keluarga harus bisa menghidupi keluarga. Dan dengan pekerjaannya sekarang kayaknya bakal sulit. Tahu juga kok kalo cari kerja Jogja sulit, tapi Jakarta !!! Oh My God…

Segalanya serba ndadak. Berangkat ndadak, dapet undangan ke Jakarta juga ndadak. Baru tahu aku sekarang klo ternyata dia sebagai cadangan. Sayangku emang super beruntung. Kira-kira sehari sebelum berangkat dia datang kerumahku.

“Aku besok berangkat pagi-pagi…”

“Ini, flasdiskmu jangan sampai lupa…” kuberikan flasdisk bulukannya yang ku pinjem untuk berbulan-bulan. Aduh kenapa jadi mengharu biru gini….

Ariski kemudian pulang dan aku tetap saja tak mau melepaskan pandanganku pada kepergiannya….

“Sayang, aku akan merindukanmu”.

-----***----